Kali ini saya memiliki pengalaman pahit dan mohon cukup disini saja kisah ini ada. Dan jadikan ini pembelajaran untuk tidak mudah percaya pada siapapun. Saya tidak menjalin hubungan sebelumnya bertahun-tahun sejak sekolah.
Saya kenal dengan seorang lelaki dan saat pertama bertemu kami bercakap-cakap kemudian dilanjutkan melalui sosmed. Saat itu kami bertemu ditempat kami menempuh studi di kampus yang sama dan lebih tua dari saya. Dia mengutarakan keseriusannya namun saya tidak memiliki ketertarikan sama sekali. Saya memutuskan loss kontak karena takut dan belum siap. Setiap tahun lelaki tersebut masih menghubungi namun saya menghindar karena saat itu dia mengajak menikah sedangkan saya belum siap secara fisik, mental, finansial, pekerjaan dll.
Di tahun-tahun berikutnya dia menghubungi lagi dan saya menanggapinya dengan alasan sepertinya dia sangat gigih dan bersungguh-sungguh dan saya tidak merasa bangga menganggap saya dikejar-kejar tentu tidak. Saya berpikir mungkin saat ini sudah saatnya saya menanggapi dengan baik karena saya juga sedikit tau tentang orang ini. Hanya saja saya dan dia berbeda daerah sehingga saya tidak bisa benar-benar mencari tau latar belakangnya dengan baik. Yang saya tau dia muda, berpendidikan, mapan, dan single. Saya rasa saya pantas berdamping dengan dia karena saya juga berpendidikan, single dan kondisi saya sudah cukup siap untuk hubungan yang serius.
Hanya saja saya ceroboh dan tidak berhati-hati hingga kecolongan dengan perbuatannya. Namun atas kuasa Allah dari awal saya memang sudah memiliki kecurigaan bahwa ada hal yang dia tutupi dari saya. Saya menikmati kasih sayang yang dia berikan, saya pun sayang sama dia sampai menyerahkan 'semuanya' hingga tidak mengecek dengan benar-benar semua latar belakangnya. Entah karma atau bagaimana, saya diberikan fakta yang sangat menyakitkan dalam seumur hidup saya. Bahwa ternyata lelaki tersebut sudah beristri sah dan belum punya anak. Dan fakta lainnya dia punya istri juga sebelumnya namun bercerai gara-gara lelaki tersebut menikah lagi dan istri pertamanya tidak bersedia dimadu. Jujur saja saya sangat sakit hati dan sangat menyesal dengan apa yang saya lakukan. Saya sangat marah karena dia tidak jujur dari saya, jika dia jujur tentu saya tidak akan pernah mau sama dia.
Saya meminta dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya karena dia ingin menjadikan saya istrinya. Tentu saja saya tidak bersedia, meskipun saya kehilangan hal berharga saya mementingkan harga diri dan prinsip tidak mau dijadikan opsi apalagi pernikahan. Dia meminta saya jadi istrinya dengan alasan mengikuti sunnah nabi dan bagi saya masih ada banyak jalan untuk menuju surga. Namun dia tidak bersedia melepaskan saya. Saya berusaha untuk pergi dengan cara apapun, hanya saja saya belum memblokir kontak wa karena saya juga berjaga-jaga jika 'terjadi sesuatu' dengan saya.
Disini saya sudah sangat frustasi tapi saya tidak mau menjadi pilihan karena tidak mau menyakiti orang lain dan juga tidak mau menyakiti diri sendiri. Dia salah karena tidak jujur dengan saya dari awal tapi saya yang bodoh percaya dengan mudah. Dan saya tidak habis pikir, dia mengatakan tidak jujur karena takut kehilangan saya sehingga baru jujur setelah kami terlalu jauh.
Begitu saja kisah saya, saya hanya bisa berdoa bahwa saya akan baik-baik saja agar tidak ada korban baik saya ataupun istrinya meskipun saya juga membenci istri saat ini karena dia juga menghancurkan rumah tangga perempuan sebelumnya. Saya sempat memberikan opsi untuk mengakhiri hubungannya dengan istri sekarang, tapi bukankah aku juga sama jahatnya dan saya tidak mau karma terjadu lagi. Saya berusaha menerima keadaan saya sekarang meskipun sangat menyakitkan. Kalau pembaca punya saran yang tidak menjudge saya, disilahkan.