Kalau mau tau kualitas dari akun sosial media.
Liat akun txt dari berbagai platform, biasanya di twitter ada akun txt dari quora, facebook, linkedin dsj.
Kayanya yang ngga pernah kena roasting instagram karena kebanyakan isinya foto dan konten repost dari twitter, facebook ataupun tiktok.
Dan saya baru-baru ini main linkedin. Buset, isinya kalau ngga boomers yang doyan kasih motivasi. Karyawan yang sugarcoating soal tempat kerjanya. Karyawan open to work yang resign dan merasa paling tersakiti. Sama eks startup yang setiap hari memotivasi dan ditutup dengan link jualan webinar.
Atau ngga FG yang kebanyakan komentar
"Interested"
Ini nih kebiasaan kalau kuliah ngga baca manual book, bikin skripsi modal nyontek ngga liat modul. Padahal di postingan udah tertera jelas, kalau minat bisa kirim cv ke e-mail.
Kelakuan orang suka komen interested ini cuma mengulang kekonyolan jaman jebot warga facebook kalau ada postingan.
Ketik "Amin" kalau kamu ingin kaya.
Tapi sejauh saya main sosmed, ngga ada sosmed yang ekosistemnya sebagus quora. Karena orang lain mengapresiasi dari jawaban kita. Ngga terafiliasi dengan jumlah follower, pekerjaan, jabatan ataupun pengalaman.
Yang mana hampir semua di atas jadi sumber rasa insecurity orang-orang.
Saran saya kalau masih mau main sosmed tapi mental sehat better main quora aja. Kita mengapresiasi orang atas pengetahuan yang dia kasih.
Soon setelah beberapa waktu kita baru tahu kalau penulis yang kita kagumi bisa jadi seorang CEO perusahaan, pemilik restoran, dokter hewan, dosen, supir, penjahit, pedagang, ojek online, dan berbagai macam profesi lainnya.