Sebetulnya saya sudah pernah membahas ini di satu kolom komentar, tapi saya up di jawaban Quora ini ya heheheh.
Sebagai pengantar bagi Quorawan-Quorawati, Halitosis merupakan kondisi di mana rongga mulut kita memiliki aroma yang tidak mengenakkan. Dalam bahasa orang awam, halitosis disebut sebagai bau mulut. Tidak sedikit mahasiswa kedokteran gigi banyak yang menjadikan halitosis sebagai topik skripsi mereka untuk mendapatkan gelar akademik.
**
Apa penyebab bau mulut?
Bau mulut (seterusnya disebut sebagai halitosis) sendiri disebabkan oleh banyak faktor, namun penyebabnya yaitu adanya peningkatan aktifitas bakteri penghasil VSC (Volatile Sulfur Compound, atau senyawa sulfur volatil termasuk hydrogen sulfide, methylmeraptan). Nah, bakteri-bakteri anaerob ini berinteraksi dengan protein di rongga mulut dan menghasilkan senyawa VSC. Protein yang ada di rongga mulut ini biasanya terdapat pada plak di lidah, gigi (terutama gigi berlubang), karang gigi, sisa akar, atau gigi yang sudah mati. Penyebab lain yang memungkinkan yaitu konsumsi makanan/sesuatu yang berbau menyengat seperti bawang atau rokok. Selain itu, faktor-faktor kondisi tubuh seperti penyakit kelainan ginjal, diabetes melitus, penyakit saluran cerna, dan penyakit saluran napas dilaporkan banyak memengaruhi terjadinya halitosis. Sehingga, untuk mencari tahu penyebab halitosis ini harus benar-benar melihat seluruh faktor yang sudah saya sebutkan di atas.[1][2][3]
Untuk benar-benar mengonfirmasi apakah Anda benar-benar halitosis atau tidak, Anda perlu melakukan tes halitosis di klinik gigi terdekat yang menyediakan tes tersebut. Perlu diketahui bahwa Ada berbagai metode tes untuk mengonfirmasi apakah seseorang benar-benar mengalami Halitosis atau tidak, yaitu tes organoleptik, halitometer, atau tes enzimatik.[4] Selain itu, untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi kira-kira faktor apa yang menyebabkan Anda mengalami Halitosis, saya lampirkan Kuesioner Halitosis yang bisa Anda isi bila ada waktu senggang.
halitosis questionnaire english (andreas-filippi-ch)
Kuesioner ini dibuat dalam Bahasa Inggris. Saya belum menemukan kuesioner halitosis yang berbahasa Indonesia. Nanti kalau saya menemukan yang versi Bahasa Indonesia, akan saya bagikan di sini.
**
Lalu, bagaimana cara mengatasi bau mulut?
Tentu dengan mengeliminasi faktor penyebab dari keluhan bau mulut itu sendiri, yang didapatkan dari hasil identifikasi faktor penyebab dan faktor risiko Anda mengalami bau mulut. Bila keluhan bau mulut Anda berasal dari gigi yang sudah mati, maka gigi yang mati tersebut perlu dicabut. Bila keluhan bau mulut Anda berasal dari penyakit seperti diabetes melitus, maka penyakitnya perlu dikontrol agar tidak menimbulkan keluhan bau mulut. Konsultasikan ini dengan dokter gigi Anda ya. Dokter gigi Anda yang akan menentukan rencana perawatan Anda agar Anda dapat terbebas dari keluhan yang menurunkan tingkat percaya diri ini.
Semoga menjawab ya, terima kasih!
Catatan Kaki
[1] Halitosis: Current concepts on etiology, diagnosis and management
[2] onlinelibrary-wiley-com/doi/abs/...
[3] www-researchgate-net/publication...
[4] A Current Approach to Halitosis and Oral Malodor- A Mini Review