Baik, pertama-tama saya beri artikel dulu untuk preambul bagi yang ga tahu fenomena ini.
uns-ac-id/id/uns-students/angka-...
Di jawaban lain saya baca ada yang menembak patriarki. Saya coba beri perspektif lain ya.
Absennya figur ayah di Indonesia terjadi karena pria di Indonesia kehilangan esensi maskulin. Karena kehilangan ini, tugas pria dianggap utamanya mencari nafkah. Mungkin ditambah menghukum sedikit. Padahal, maskulinitas dalam membangun keluarga itu lebih dari sekadar nafkah apalagi hukuman. Saya pribadi banyak melihat penulis di Quora yang menekankan bahwa cinta aja ga cukup. Ini ga salah, tapi saya belum melihat ada yang mengerti mekanismenya.
Maskulinitas itu energi untuk mengejar tujuan, melewati rintangan, serta disiplin. Poin terakhir ini terutama penting, karena tanpanya keluarga bisa menjadi kacau balau. Ketika tidak ada figur disiplioner, ayah tidak lebih dari sekadar ATM berjalan. Disiplin di sini bukan sekadar aturan saklek dan hukuman, tetapi sebenarnya berhubungan dengan konsistensi, tanggungjawab, dan pengendalian diri. Nah, dari sini kita bisa hubungkan ke fenomena sugar daddy dan cewe matre. Bahkan mokondo pun sebenarnya hanya pria yang selalu dimanjakan dan tidak pernah ditutor menjadi pemimpin untuk hidupnya, apalagi untuk orang lain.
Lantas apakah pria mesti menjadi pemimpin agar menjadi ayah? Ga juga, tapi femininitas itu energi submisif, intuitif, menerima dan berbagi kasih sayang. Dan kebanyakan wanita umumnya berkecenderungan ke perilaku feminin, meskipun sah-sah aja kalau mau maskulin. Jadi saya pakai model yang umum ya. Yang jelas, kalian butuh kedua energi ini. Kenapa?
Karena fondasi kasih sayang tanpa pamrih/unconditional love orangtua kepada anaknya berasal dari seorang pria yang sukses mengajarkan kasih sayang tanpa pamrih tersebut ke pasangannya; berubah dari cinta kondisional semasa pacaran.
Sebagai seseorang tanpa ayah, saya pribadi bertahun-tahun hilang tersesat sampai akhirnya saya memahami hal ini. Apabila kamu tidak memiliki figur ayah, bukan berarti tidak ada harapan. Selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik. :)