| | Bagaimana caramu menikmati kesendirian? | Menikmati Kesendirian di Mata Seorang Perantau di Jakarta (POV) - Dari Ibukota sampai pulang kampung. - Pulang ngantor sendiri sembari duduk di spot keramaian sambil dengerin podcast favorit.
- PP ke kantor pas WFO sendiri, desak-desakkan di KRL (which is kinda fun and overwhelmed).
- Jum'atan sendirian (as always).
- Hari yang ditunggu!! Having fun bareng teman di outdoor event (but again, it feels empty somehow).
- Ini juga salah satu aktivitas yang paling favorit, WFC di coffee-coffee gudluking Jakarta, sendiri dong pastinya.
- Pindahan kos sendiri, untung ada kang Gocar.
- Pindahin barang ke kosan sendiri sampai ke kamar (untung ga terlalu banyak barang), kain putih itu juga kain kotor, jadi lumayan ringan dijenjeng.
- Geng Nights out. Kadang pas udah selesai acara, ngerasa sendiri, but it's all fine (aren't we all alone at the end?)
- Udah berapa banyak sunset dinikmatin sendiri? countless I guess.
- Hunting spot makanan enak satu persatu ternyata seru banget.
- Lembur sendiri di coffee shop yang ada view city lights juga ga kalah seru kok.
- It was lebaran time!! But I was alone, again. Jujur moment ini kinda sucks sih.
- Just Asked someone to take the picture of mine biar at least ada moment lebaran walau ga bersama keluarga.
- WFC at another spot, alone. Kadang seru juga hunting coffee shops yang which so-called hidden gem satu persatu.
- Nonton Pengabdi Setan 2 sendiri juga ga kalah seru kok.
- Yey akhirnya bisa asah skill bareng teman-teman.
- Hal yang paling ditunggu: Pulang kampung, can not waitt!!
- Begadang semalaman di bandara sendiri (ngide banget ke bandara tengah malam, padahal pesawat pagi), just wanted to feel the vibe.
- Pas sampai di rumah langsung ke tempat nenek. Alhamdulillah nenek masih sehat walafiat.
- Bantu-bantu feeding sapi nenek. Sekalian belajar tentang harga-harga per sapi worth berapa untuk dijual.
- Akhirnya bisa merasakan lagi atmosfir kampung.
- Sholat di Masjid kampung sendiri, nggak terlalu beda kok sama Jakart, rame orang tua.
- The best part: Main sama adik. :)
- Another best part: Nyicipin makanan mama.
- Another best partttt: nyicipin durian yang dibeli bapak di depan rumah.
- Bantu motongin sayur mama buat makan siang, sekalian asah skill motong.
- //Setelah itu bantu rapiin tanaman mama.
- Hunting ke masjid sebelah.
- The most exciting part: Work from the beach.
- Udah bisa tebak dong saya lagi dimana (hint: 1001 masjid).
Well, what can I learn from being lonely? That's fine, there's nothing to be ashamed of being lonely. kadang kalau keluar sama teman-teman juga sering berpikir kenapa engga rebahan aja di kamar ya. Kadang ada yang bilang kok betah sih sendiri mulu, well it's a life option, It's fine, and it's NORMAL. Nikmati saja. Kadang dengan merasa kesepian banget bisa menghasilkan ide-ide baru seperti jadi rajin nulis di Quora, jalin koneksi baru via clubhouse, kalau lagi butuh bersosialisasi dan teman ngobrol silahkan keluar dan hang out sama teman-temanmu, there's always someone who is exciting to hear to your story, apalagi perantau. Dan orang tua juga bakal siaga 24 jam untuk dengar keluh kesahmu, ceritamu, kesedihanmu, and the whole feelings of yours. So it's okay to feel lonely. It's okay to feel vulnerable. And it's okay to be fragile. | | | | |
|